Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

pagi yang hampa

Pagi yang Hampa 13 Februari 2025—Langit masih gelap ketika saya akhirnya pulang setelah semalaman bekerja. Kelelahan menggerogoti tubuh, tetapi bukan hanya raga yang letih—hati saya pun terasa kosong. Yang saya butuhkan hanyalah sedikit perhatian, sedikit kehangatan dari istri saya. Saya membuka pintu rumah dengan harapan sederhana: disambut dengan senyuman, mungkin sekadar belaian lembut di kepala atau pelukan yang bisa meredakan penat. Namun, yang saya temukan hanyalah keheningan. Istri saya ada di sana, tetapi rasanya jauh. Saya mencoba mendekat, mencari kehangatan yang saya rindukan. Namun, dia menolak, entah dengan tatapan datar atau kata-kata dingin yang membuat dada saya terasa sesak. Saya tidak marah. Saya hanya sedih. Apakah saya terlalu berharap? Apakah saya meminta terlalu banyak? Saya hanya ingin sedikit kasih sayang setelah semalaman berjuang di luar sana. Tapi pagi ini, saya harus menerima kenyataan bahwa tidak semua harapan bisa terwujud. Saya duduk di sudut ruanga...